• Address : Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang
  • Call Us : +627517058693
  • RSS

AWALI PENYELENGGARAAN TUK, PLS FIP UNP ADAKAN FORUM BERBAGI PENGALAMAN DENGAN FPM UNESA


AWALI PENYELENGGARAAN TUK, PLS FIP UNP ADAKAN FORUM BERBAGI PENGALAMAN DENGAN FPM UNESA

By : Nurul Date : 2021-01-17 10:14:18

Padang – Dalam rangka persiapan penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi (TUK), PLS FIP UNP menggelar kegiatan berbagi pengalaman dengan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Universitas Negeri Surabaya, Kamis (14/1). Kegiatan ini dibuka oleh wakil dekan 1 FIP UNP, Bapak Dr. Hadiyanto, M.Ed. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi kegiatan ini dan berharap PLS FIP UNP mampu mewujudkan penyelenggaraan TUK ini. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Jurusan PLS, Sekretaris Jurusan PLS, Ketua Labor PLS, Koordinator Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan seluruh dosen jurusan PLS FIP UNP.

Widya Nusantara, S.Pd, M.Pd selaku narasumber utama dalam kegiatan ini  menjelaskan bahwa Jurusan PLS Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah dirintis sejak 2017. TUK yang didirikan oleh Jurusan PLS Unesa bernama TUK Pengembang Masyarakat yang sampai dengan saat ini masih memiliki satu skema, yaitu Skema Fasilitator Pemberdayan Masyarakat. Belajar dari PLS Unesa, penamaan TUK berbeda dengan skema, ditujukan agar TUK dapat menyelenggarakan skema yang lainnya. TUK Pengembang Masyarakat (TUK-PM) berinduk pada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unesa.

Belajar dari PLS Unesa, langkah awal pendirian TUK PLS UNP, adalah sebagai berikut: 1) Melakukan konsultasi dengan LSP UNP. Konsultasi ini ditujukan untuk mengonfirmasi kepada LSP UNP bahwa skema fasilitator pemberdayaan masyarakat yang tercantum pada SKKNI adalah memiliki kesesuaian dengan kurikulum Jurusan PLS UNP. 2) Menyiapkan dosen calon asesor untuk diikutsertakan dalam kegiatan pelatihan agar memperoleh sertifikasi asesor dari BNSP melalui pelatihan yang difasilitasi oleh LSP UNP. Tolak ukur (benchmarking) dari Unesa adalah pada awal pendirian TUK, Jurusan PLS Unesa menyiapkan empat orang dosen sebagai calon asesor. 3) Menyiapkan rancangan unit kompetensi, alat ukur, dan tempat praktiknya. (TUK Jurusan PLS Unesa memiliki 18 unit kompetensi dengan alat ukur kompetensi yang dibuat oleh asesor dan divalidasi oleh BNSP).

Belajar dari PLS Unesa, penentuan tempat uji praktik. Tempat praktik dapat disetting sehingga menyerupai situasi asli di masyarakat atau secara langsung di labsite. Jika di labsite uji praktik langsung berhadapan dengan situasi nyata (facing problems), sehingga biaya penyelenggaraan program akan lebih besar, walaupun tingkat tantangan dan manfaat yang diperoleh akan lebih besar. Peserta uji kompetensi adalah ditentukan sendiri oleh TUK.

Belajar dari Unesa, terdapat pra-seleksi bagi para calon peserta uji kompetensi. Tidak ada dalam ketentuan, namun, Jurusan PLS Unesa telah membuat rekomendasi bahwa yang bersangkutan telah memiliki kompetensi melalui proses seleksi berdasar matakuliah yang telah dilalui. Bagi mahasiswa, keuntungan bagi mahasiswa yang memiliki sertifikasi kompetensi, “harus diterima dalam seleksi yang dilakukan pemerintah, sebab mereka telah memenuhi komptensi yang ditetapkan oleh BNSP sebagai representasi negara”. Hal ini dimaksudkan sebagai pemerataan distribusi sumberdaya dalam berbagai sisi lapangan kerja. (NH)

Berita ini juga diterbitkan di http://pls.fip.unp.ac.id/page-detail-33.aspx

 

All Rights Reserved © Copyright 2016 Fakultas Ilmu Pendidikan UNP