Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pelatihan bagi guru bimbingan dan konseling (BK) di SMA/SMK Kota Payakumbuh untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi siswa yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan memperkuat peran guru BK sebagai garda terdepan dalam menangani permasalahan psikologis siswa.
Kekerasan dalam rumah tangga menjadi salah satu permasalahan serius yang berdampak pada kesejahteraan dan perkembangan psikologis anak. Sering kali, tanda-tanda kekerasan ini tidak teridentifikasi dengan baik oleh tenaga pendidik, sehingga banyak korban yang tidak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Musyawarah Guru BK SMA/SMK Kota Payakumbuh, diketahui bahwa masih banyak guru BK yang belum memiliki kompetensi memadai dalam mengenali korban KDRT, yang menyebabkan layanan konseling di sekolah kurang efektif.
Sebagai bagian dari program pelatihan, materi tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga telah disampaikan di SMK Kosgoro Payakumbuh pada Sabtu, 10 September 2022. Sementara itu, materi tentang Identifikasi Kekerasan dalam Rumah Tangga diberikan di SMK N 2 Payakumbuh pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Kedua sesi ini disampaikan oleh Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP, yaitu Dr. Afdal, M.Pd., Kons., Dra. Zikra, M. Pd., Kons., Indah Sukmawati, M. Pd., Kons., Dr. Rezki Hariko, M.Pd., Kons., dan Frischa Meivilona Yendi, S.Pd, M.Pd., Kons.
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pemahaman tentang karakteristik anak korban KDRT serta berbagai teknik identifikasi yang dapat digunakan dalam praktik sehari-hari. Metode yang diterapkan meliputi ceramah, diskusi, serta praktik langsung dalam mengidentifikasi korban dan menyusun program bantuan bimbingan dan konseling. Selain itu, para peserta juga dibekali dengan keterampilan untuk mempersiapkan pemulihan psikologis siswa agar dapat kembali menjalani kehidupan sekolah dengan normal.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, guru BK dapat lebih tanggap dalam mengenali dan menangani kasus KDRT di lingkungan sekolah, sehingga siswa yang mengalami kekerasan dapat segera mendapatkan bantuan yang tepat,” ujar Dr. Afdal, M.Pd., Kons., selaku ketua tim pelaksana kegiatan.
Program pelatihan ini direncanakan akan berlangsung selama satu tahun dan diharapkan dapat menghasilkan beberapa keluaran, termasuk peningkatan pemahaman guru BK, penyusunan program intervensi bimbingan dan konseling, serta publikasi hasil kegiatan di jurnal nasional dan media massa.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satu guru BK dari SMK Negeri 2 Payakumbuh, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat membantu mereka dalam menangani permasalahan siswa di sekolah. “Kami mendapatkan banyak wawasan baru yang sebelumnya belum kami ketahui. Ilmu yang kami peroleh akan sangat bermanfaat untuk mendukung siswa yang membutuhkan bantuan,” ungkapnya.
Ke depan, tim pelaksana program akan terus melakukan pendampingan bagi para guru BK untuk memastikan implementasi hasil pelatihan berjalan dengan optimal. Selain itu, diharapkan program serupa dapat diperluas ke berbagai daerah lainnya guna menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan ramah bagi seluruh siswa.

Halaman Informasi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.
PADANG — Fakultas I...
BUKITTINGGI — Fakul...
PADANG — Fakultas I...
PADANG — Dalam upay...
Kemendikdasmen berkolaborasi dengan Universitas Negeri Padang membuka kesempa...