Mahasiswa UNP Hadirkan Program Pemberdayaan dan Pemulihan Pascabencana di Malalak Timur, secara resmi diberangkatkan untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 dengan tema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Kegiatan pelepasan dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di Fakultas Ilmu Pendidikan UNP. Kegiatan pelepasan dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Pendidikan Nonformal, Prof. Dr. Ismaniar, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas komitmen dan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti Program Mahasiswa Berdampak. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini mencerminkan kepedulian sosial dan tanggung jawab akademik yang nyata, khususnya dalam merespons permasalahan kebencanaan di masyarakat. Program ini berada di bawah koordinasi Tim Program Mahasiswa Berdampak yang diketuai oleh Rembulan Catra Banyu Biru, M.Pd, dosen Departemen Pendidikan Non Formal Universitas Negeri Padang (UNP). Beliau menyampaikan bahwa "Program Mahasiswa Berdampak ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata tentang empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai insan akademik". Pemberdayaan dalam Pemulihan Bencana di Sumatera Tahun 2026 resmi dilaksanakan di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Kegiatan diawali dengan acara pembukaan dan penerimaan mahasiswa, yang berlangsung khidmat serta disambut antusias oleh masyarakat setempat. Kedatangan mahasiswa program berdampak disambut langsung oleh Kepala Jorong Toboh, Hasbiyaturrahmah, S.E., Ketua PKK Malalak Timur, Ibu Emelia Febriani, S.E., M.Si., Ketua Pemuda, Bapak Syaiful Mahdi, serta tokoh pemuda dan masyarakat Jorong Toboh yang turut membersamai rangkaian pembukaan dan penerimaan mahasiswa Program Mahasiswa Berdampak.

Mengusung judul “Pengembangan Produk Edukasi Kesiapsiagaan Bencana dan Pemulihan Psikososial Masyarakat Pascabencana di Kabupaten Agam”, program ini bertujuan menghadirkan peran nyata mahasiswa dalam mendukung masyarakat pascabencana. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas pemuda melalui pengembangan produk edukasi kesiapsiagaan bencana kepada pemuda Karang Taruna di Jorong Toboh, serta pelaksanaan pemulihan psikososial (trauma healing) bagi kelompok PKK khususnya ibu dan anak, yang terdampak secara psikologis akibat bencana. Dalam sambutannya, Ketua PKK Malalak Timur, Ibu Emelia Febriani, S.E., M.Si., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat, terutama dalam proses pemulihan pascabencana yang masih dirasakan hingga saat ini. ementara itu, Kepala Jorong Toboh, Hasbiyaturrahmah, S.E., menegaskan bahwa masyarakat setempat, khususnya anak-anak, masih mengalami trauma pascabencana. Menurutnya, pendampingan dan kegiatan pemulihan psikososial sangat dibutuhkan untuk membantu anak-anak kembali pulih secara mental dan emosional. Ia juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian mahasiswa serta tim dosen UNP yang telah menghadirkan program ini di Jorong Toboh. Melalui Program Mahasiswa Berdampak ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya pemulihan bencana, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.


Halaman Informasi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.
PADANG — Fakultas I...
BUKITTINGGI — Fakul...
PADANG — Fakultas I...
PADANG — Dalam upay...
Kemendikdasmen berkolaborasi dengan Universitas Negeri Padang membuka kesempa...