Departemen Pendidikan Nonformal UNP Berangkatkan 50 Mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak di Nagari Pasie Laweh, Padang Pariaman.

 Post By: Admin FIP     10 February 2026

...

Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) secara resmi diberangkatkan untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 dengan tema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Kegiatan pelepasan dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Program Mahasiswa Berdampak 2026 ini didanai oleh Kementerian Riset, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berbasis mahasiswa yang terintegrasi dengan pembelajaran di perguruan tinggi. Dukungan pendanaan tersebut memungkinkan pelaksanaan program secara terencana, partisipatif, dan berkelanjutan di wilayah terdampak bencana.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai program studi lintas disiplin, antara lain Departemen Pendidikan Nonformal, Pendidikan Fisika, Kepelatihan Keolahragaan, Psikologi, Ilmu Agama Islam, Bisnis Digital, serta Penginderaan Jarak Jauh. Keterlibatan lintas keilmuan ini dirancang untuk memperkuat pendekatan pemberdayaan masyarakat secara holistik, khususnya dalam pengurangan risiko bencana dan pemulihan pascabencana.
Kegiatan pelepasan dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Pendidikan Nonformal, Prof. Dr. Ismaniar, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif mahasiswa. “Beliau menekankan bahwa Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wahana pembentukan karakter, kepemimpinan sosial, serta penguatan kompetensi mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat terdampak bencana”.
Mahasiswa dibimbing langsung oleh Ketua Tim Dosen Program Mahasiswa Berdampak, Bapak Muhamad Fahrur Rozi, M.Pd., yang menyampaikan bahwa “kegiatan ini dirancang berbasis kebutuhan nyata masyarakat Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman—wilayah yang termasuk rawan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang dan longsor”.
Usai kegiatan pelepasan, mahasiswa diberangkatkan menuju lokasi pengabdian dan tiba di Nagari Pasie Laweh pada pukul 11.30 WIB. Rombongan diterima secara resmi oleh Wali Nagari beserta jajaran perangkat nagari. Dalam sambutannya, Wali Nagari menyampaikan harapan agar kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, penguatan peran Karang Taruna dan PKK, serta pemulihan sosial pascabencana.
Sebagai rangkaian awal kegiatan, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan gotong royong dan penataan posko. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat nagari dalam membangun ketangguhan komunitas berbasis partisipasi, ilmu pengetahuan, dan nilai kebersamaan.

    Shere :

Tentang

Halaman Informasi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.