PADANG , Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menandai babak baru kerja sama internasionalnya dengan menyelenggarakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sekaligus General Discussion dalam bingkai Knowledge Transfer Programme (KTP) bertema "Education and Special Needs Education" bersama INTI International University, Malaysia, pada Mei 2025. Dua agenda besar dalam satu forum ini menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam mendorong pendidikan bermutu tinggi yang terbuka bagi semua selaras dengan SDG 4: Quality Education, SDG 10: Reduced Inequalities, dan SDG 17: Partnerships for the Goals.
Pendidikan Berkualitas Melalui Kemitraan Global
SDG 4 menempatkan kualitas pendidikan sebagai hak dasar semua orang bukan sekadar akses, melainkan mutu pembelajaran yang relevan, efektif, dan merata. UNP menjawab tantangan ini salah satunya dengan membuka ruang pertukaran pengetahuan bersama institusi internasional. Melalui kolaborasi dengan INTI International University, dosen dan mahasiswa PLB FIP UNP mendapat paparan langsung terhadap riset, metode, dan pengalaman pengajaran terkini dari Malaysia memperkaya kualitas akademik yang tidak bisa diperoleh dari ruang kelas sendiri. Di sinilah SDG 17 berperan: kemitraan lintas negara menjadi leverage nyata percepatan kualitas pendidikan. Di bawah kepemimpinan Rektor Ir. Krismadinata, Ph.D., kolaborasi ini dikelola oleh Direktorat Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional UNP selaras dengan SDG 17.6 (kerja sama sains dan inovasi) dan SDG 17.9 (penguatan kapasitas kelembagaan).

Pembukaan Resmi
Acara dibuka dengan sambutan Dekan FIP Prof. Dr. Afdal, M.Pd.Kons. yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membentuk lulusan berwawasan global. Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si., yang menegaskan bahwa forum ini adalah implementasi langsung agenda SDG 17 UNP kemitraan global yang setara, saling menguntungkan, dan berdampak nyata.
Penandatanganan MoA
Puncak dari forum ini adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Departemen PLB FIP UNP dengan INTI International University menandai resminya hubungan kedua institusi sebagai mitra strategis jangka panjang dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan kapasitas akademik.

Sesi General Discussion
Setelah coffee break singkat, sesi inti dibuka oleh tiga narasumber dari INTI International University. Prof. Dr. Mohd Hanafi Mohd Yasin memaparkan Inclusive Education (Hearing Impairment) mengupas strategi pembelajaran bermutu bagi peserta didik dengan gangguan pendengaran, langsung menyentuh inti SDG 4 soal kualitas pendidikan yang menjangkau semua. Prof. Dr. Mohd Sofian Omar Fauzees berbagi strategi akademik lewat topik Thesis Success Beyond Writing. Sesi INTI ditutup Prof. Datuk Dr. Paramasivam Muthusamy dengan materi Harnessing Culture Narrative for Inclusive Education: Empowering Children with Special Needs Through Values of Ramayana — menghubungkan kearifan budaya dengan pendidikan bermutu bagi anak berkebutuhan khusus, sejalan dengan semangat SDG 4 yang mendorong pembelajaran bermakna dan kontekstual.
Tim dosen PLB FIP UNP tampil berikutnya. Prof. Dr. Marlina, S.Pd., M.Si. membawakan Pseudo Inclusion telaah kritis terhadap praktik inklusi yang tampak di permukaan namun belum meningkatkan kualitas pembelajaran secara nyata, sebuah refleksi penting tentang jarak antara kebijakan dan mutu pendidikan sesungguhnya. Prof. Dr. Damri, M.Pd. menutup dengan Management Inclusion, menawarkan kerangka tata kelola pendidikan inklusif yang lebih sistematis. Kedua paparan memantik diskusi hangat dari peserta kedua universitas.
Di sela kegiatan, Dr. Elsa Efrina, S.Pd., M.Pd., Kepala Departemen Pendidikan Luar Biasa FIP UNP, menyampaikan pandangannya mengenai makna strategis kegiatan ini.
"Penandatanganan MoA ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah komitmen nyata bahwa kita serius membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kita ingin kerja sama ini benar-benar dirasakan manfaatnya — oleh dosen, mahasiswa, dan pada akhirnya oleh peserta didik berkebutuhan khusus yang kita layani," ujar Dr. Elsa Efrina.
Ia juga menegaskan bahwa forum KTP ini sejalan langsung dengan agenda SDG 4, yakni menghadirkan pendidikan yang berkualitas secara substantif, bukan hanya secara administratif. "Kualitas pendidikan itu harus bisa diukur dari perubahan yang terjadi di dalam kelas, dari cara guru mengajar, dari cara siswa belajar. Pertukaran pengetahuan seperti ini membuka wawasan kami tentang apa yang sudah dilakukan negara lain dan apa yang masih perlu kami tingkatkan."
Terkait rencana ke depan, Dr. Elsa Efrina mengungkapkan bahwa MoA yang telah ditandatangani akan ditindaklanjuti dengan program konkret, termasuk kemungkinan pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penelitian kolaboratif lintas negara. "Kami berharap MoA ini menjadi pintu masuk bagi lebih banyak program yang bisa kita rancang bersama. INTI International University memiliki pengalaman dan keahlian yang sangat relevan, dan kami yakin sinergi ini akan membawa dampak positif yang nyata bagi pengembangan pendidikan luar biasa di Indonesia," pungkasnya.

Komitmen Bersama
"Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas melalui pertukaran ilmu pengetahuan serta pengalaman antar institusi," ujar salah satu perwakilan penyelenggara. Melalui KTP ini, UNP dan INTI International University menegaskan bahwa SDG 4 dan SDG 17 adalah satu paket tak terpisahkan: pendidikan berkualitas hanya bisa diakselerasi bila ada kemitraan yang setara, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan mutu yang dirasakan langsung oleh peserta didik. Bagi UNP, forum ini adalah satu langkah maju dalam mewujudkan visi Kampus Berdampak berprestasi global dan bermanfaat nyata bagi masyarakat luas.
Halaman Informasi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.
PADANG — Fakultas I...
BUKITTINGGI — Fakul...
PADANG — Fakultas I...
PADANG — Dalam upay...
Kemendikdasmen berkolaborasi dengan Universitas Negeri Padang membuka kesempa...